Dante membuat puluhan kanal audio berjalan lewat satu kabel jaringan Ethernet, bukan lewat tumpukan kabel analog. Berikut cara kerjanya dan syarat jaringannya.
Satu panggung dengan 32 kanal mikrofon berarti 32 jalur analog yang harus digelar dari panggung sampai posisi FOH, ditambah jalur balik untuk monitor dan speaker. Makin jauh jaraknya, makin berat gulungan kabelnya, dan makin besar peluang munculnya noise, ground loop, serta waktu terbuang hanya untuk menelusuri satu kanal yang mati.
Dengan Dante, audio dikirim sebagai data lewat jaringan. Cara kerja inilah yang membuat mixer digital, stagebox, DSP, dan power amplifier keluaran sekarang bisa saling terhubung hanya dengan kabel Cat5e atau Cat6. Yang berubah bukan hanya jumlah kabelnya, tetapi juga cara merencanakan sistem, karena jaringan kini menjadi bagian dari rantai audio.
Dante (Digital Audio Network Through Ethernet) adalah teknologi audio over IP buatan Audinate, perusahaan asal Australia. Tugasnya mengirim audio digital tanpa kompresi, dalam banyak kanal sekaligus, dengan latency yang terkendali, melalui jaringan Ethernet biasa.
Dante bukan merek perangkat, melainkan teknologi berlisensi yang ditanam produsen ke dalam produknya. Yang dibeli tetap mixer, stagebox, mikrofon, DSP, atau power amplifier dari merek masing-masing, hanya saja perangkat itu sudah bisa bicara lewat jaringan. Sampai 2023 Audinate mencatat lebih dari 500 perusahaan pemegang lisensi dengan ribuan produk ber-Dante di pasar.
Tiga hal membedakannya dari sekadar "mengirim audio lewat kabel LAN":
Sinyal audio digital dipecah menjadi paket, dikirim lewat switch, lalu disusun kembali di perangkat penerima. Karena yang lewat adalah data, satu kabel jaringan bisa membawa banyak kanal ke dua arah sekaligus. Jumlah kanal yang tertampung bergantung pada perangkatnya, sample rate, dan setelan latency; pada tautan gigabit, angka yang biasa disebut adalah kisaran 512 kanal dua arah pada 48 kHz/24 bit.
Pemetaan kanal dikerjakan lewat aplikasi Dante Controller. Mengubah mikrofon vokal dari kanal 12 ke kanal 20 cukup dilakukan di layar, tanpa menyentuh satu kabel pun.
Agar sampel tidak saling geser, semua perangkat harus mengikuti satu sumber waktu. Dante memakai Precision Time Protocol (PTP). Salah satu perangkat terpilih otomatis sebagai PTP Leader Clock, sisanya menjadi follower.
Pemilihannya tidak acak. Menurut dokumentasi Audinate, perangkat yang punya masukan word clock lebih diutamakan, koneksi gigabit menang atas koneksi 100 Mbps, dan bila masih seri, alamat MAC terkecil yang menentukan. Perangkat tertentu juga bisa dikunci sebagai Preferred Leader dari Dante Controller. Secara bawaan Dante memakai PTPv1; PTPv2 ikut dipakai saat fitur RTP (AES67) dinyalakan.
Latency Dante diatur di sisi penerima lewat Dante Controller, dengan pilihan nilai yang umum berkisar 0,25 sampai 5 milidetik tergantung perangkatnya. Bawaannya 1 milidetik, dan menurut Audinate nilai itu sudah lebih dari cukup, bahkan untuk jaringan besar dengan inti gigabit sampai sepuluh hop antar-switch. Sebagian modul, misalnya Ultimo, latency minimalnya 2 milidetik.
Saat sebuah kanal di-subscribe, penerima dan pengirim bernegosiasi sendiri, dan nilai yang lebih tinggi yang dipakai supaya tidak ada paket tertinggal. Jadi menurunkan angka latency sampai mentok tidak otomatis membuat sistem lebih baik.
Secara bawaan Dante mengirim audio secara unicast: satu aliran terpisah untuk tiap pasangan pengirim dan penerima. Ini paling aman untuk kebanyakan sistem.
Multicast dipakai ketika satu sumber dibutuhkan banyak penerima sekaligus, misalnya kanal panggung yang harus masuk ke konsol FOH, konsol monitor, dan komputer rekaman. Satu salinan dikirim sekali, lalu jaringan yang menyebarkannya. Konsekuensinya, aliran multicast tetap memakan bandwidth walau tidak ada yang mendengarkan, dan tanpa pengaturan yang benar paketnya membanjiri semua port. Di situlah IGMP snooping di switch menjadi penting.
| Perangkat lunak | Kegunaan |
|---|---|
| Dante Controller | Aplikasi gratis untuk memetakan kanal, memantau status clock, mengatur latency, dan melihat kondisi tiap perangkat. Ini alat kerja sehari-hari. |
| Dante Virtual Soundcard | Membuat laptop atau PC dikenali jaringan sebagai perangkat Dante lewat kartu jaringan biasa. Biasa dipakai untuk rekaman multitrack dan virtual soundcheck. Berlisensi berbayar. |
| Dante Via | Menghubungkan aplikasi dan perangkat audio USB di komputer ke jaringan Dante. Berlisensi berbayar. |
| Dante Domain Manager / Dante Director | Manajemen terpusat untuk instalasi besar: pembagian domain, hak akses pengguna, dan pemantauan. Dante Director menjalankannya dari cloud. |
Sisi keamanan juga berkembang. Audinate sudah merilis Dante Media Encryption berbasis AES-256 pada firmware terbaru sejumlah perangkat, dengan kunci yang dikelola dari Dante Director dan status enkripsinya terlihat di Dante Controller.
Dante berjalan di atas jaringan, jadi kualitas jaringan menentukan hasil akhirnya. Panduan resmi menyebut beberapa syarat yang sebaiknya tidak ditawar:
Switch unmanaged masih bisa dipakai untuk sistem kecil selama gigabit dan tidak menyalakan EEE. Kelemahannya jelas: tidak ada QoS, tidak ada IGMP snooping, dan tidak ada yang bisa dipantau ketika sistem bermasalah.
Soal kabel, batas Ethernet tembaga tetap berlaku: 100 meter per segmen untuk Cat5e maupun Cat6. Lebih jauh dari itu, pakai fiber dengan media converter atau switch ber-port SFP.
Perangkat Dante yang mendukung redundansi punya dua port jaringan: Primary dan Secondary. Port primary disambungkan ke satu jaringan fisik, port secondary ke jaringan fisik kedua yang benar-benar terpisah, idealnya lewat switch yang berbeda pula.
Data yang sama mengalir di kedua jaringan secara bersamaan. Kalau salah satu jalur putus, audio tetap berjalan lewat jalur satunya tanpa jeda yang terdengar. Satu hal yang tidak boleh: mencampur jaringan primary dan secondary dalam satu switch.
Live sound dan event. Stagebox di panggung menerima mikrofon dan alat musik, lalu satu kabel jaringan membawanya ke FOH. Konsol monitor mengambil kanal yang sama dari jaringan tanpa perlu split analog, dan komputer rekaman ikut menumpang jalur itu untuk multitrack. Saat panggung dipindah, yang digulung hanya satu kabel.
Instalasi permanen. Di gedung serbaguna, hotel, atau rumah ibadah, DSP, amplifier, dan mikrofon terhubung lewat jaringan gedung. Menambah ruangan cukup dengan menarik kabel jaringan ke titik baru.
Studio dan broadcast. Konsol, komputer rekaman, dan monitoring terhubung dalam satu jaringan, dengan jalur yang bisa diubah kapan saja dari Dante Controller.
AES67 adalah standar interoperabilitas audio over IP, bukan pesaing langsung Dante. Perangkat Dante dapat dinyalakan mode AES67-nya supaya bisa bertukar aliran audio dengan sistem lain yang mendukung standar yang sama.
Yang perlu dicatat, pertukaran lewat AES67 memakai multicast dan clock PTPv2, sedangkan Dante secara bawaan memakai PTPv1. Artinya jaringannya perlu disiapkan lebih dulu, bukan sekadar mencentang satu opsi lalu berharap semuanya jalan.
Dante memindahkan pekerjaan audio dari kabel ke jaringan. Yang tadinya diselesaikan dengan menarik puluhan jalur analog kini bisa diselesaikan dengan satu kabel jaringan, satu aplikasi untuk memetakan kanal, dan satu referensi waktu yang dibagi seluruh perangkat.
Tetapi keuntungan itu datang bersama tanggung jawab baru: jaringannya harus dirancang, bukan sekadar disambung. Switch gigabit dengan EEE mati, QoS yang benar, IGMP snooping ketika multicast dipakai, dan jalur redundansi yang terpisah sebaiknya diselesaikan jauh sebelum hari H. Untuk sistem audio berbasis jaringan pada event maupun instalasi, perencanaan jaringan sebaiknya dibicarakan sejak awal supaya routing, redundansi, dan pemantauannya sempat disiapkan dengan tenang.
Tidak. Dante bekerja di jaringan lokal dan tidak memerlukan internet untuk mengalirkan audio. Internet hanya diperlukan untuk hal di luar audio, misalnya aktivasi lisensi.
Untuk sistem kecil bisa, asalkan switch-nya gigabit dan fitur EEE-nya mati. Begitu jumlah kanal bertambah, multicast dipakai, atau jaringan berbagi dengan lalu lintas lain, switch managed dengan QoS dan IGMP snooping menjadi keharusan.
Bawaannya 1 milidetik dan bisa diatur di Dante Controller, umumnya dalam rentang 0,25 sampai 5 milidetik tergantung perangkatnya. Angka itu belum termasuk latency konversi AD/DA dan pemrosesan di dalam mixer atau DSP.
Batasnya mengikuti Ethernet: 100 meter per segmen untuk kabel tembaga. Untuk jarak yang lebih jauh, gunakan fiber optik dengan media converter atau switch ber-port SFP.
Tidak sama. AES67 adalah standar interoperabilitas antar-sistem audio over IP, sedangkan Dante punya discovery, routing, dan clocking sendiri. Perangkat Dante bisa dinyalakan mode AES67 untuk berhubungan dengan sistem lain.
Di sistem berbasis Dante, switch bukan aksesori. Ia bagian dari rantai audio, sama pentingnya dengan mikrofon dan speaker.
Septian Sigit
We will respond to your message as soon as possible.
AES / EBU
Sound system bertugas mengantar suara agar sampai dengan jelas ke telinga penonton, mulai dari suara pembicara, musik, hingga efek audio. Tanpa sistem suara yang tepat, acara yang…
Dalam sebuah acara atau event, sebagian besar akan melibatkan peranti sound system sebagai peralatan penunjang untuk acara yang akan diadakan, sehingga seorang soundman sangat…